Wabup Berharap Kerjasama Lintas Sektor Pemecahan Masalah Gizi

Potretrafflesia.com,Seluma – Wakil Bupati Seluma Gustianto menghadiri acara kegiatan pertemuan desiminasi hasil surveilans kepada lintas program dan lintas sektor Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma. Acara digelar di Aula Bappeda Kabupaten Seluma.

Wakil Bupati Seluma Gustianto menyampaikan, surveilans gizi berguna untuk mendapatkan informasi keadaan gizi masyarakat secara cepat, akurat, teratur dan berkelanjutan yang dapat digunakan untuk menetapkan kebijakan gizi maupun tindakan segera yang tepat. informasi yang digunakan mencakup indikator pencapaian gizi masyarakat serta informasi lain yang belum tersedia dari laporan rutin.

“Saya berharap adanya surveilans gizi akan dapat meningkatkan kegiatan pembinaan gizi dan perbaikan masalah gizi masyarakat secara tepat waktu, tepat sasaran dan tepat jenis,” ujar Gustianto, Selasa 8 November 2022.

Lanjutnya, sehubungan dengan pentingnya dilaksanakan kegiatan pertemuan diseminasi hasil surveilans gizi kepada lintas program dan lintas sektor dinas kesehatan kabupaten seluma tahun 2022. Semoga dengan pertemuan ini maka akan adanya rencana tindak lanjut dari masalah-masalah yang ditemukan. Dengan kerjasama lintas sektor dan lintas program dapat berkolaborasi dalam pemecahan masalah gizi yang ada di Kabupaten Seluma.

Kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma Rudi Sawaludin menambahkan, di Kabupaten Seluma Penggunaan Aplikasi EPPGBM telah digunakan dari tahun 2018 sampai dengan tahun 2022. Pendataan EPPGBM dilakukan oleh petugas gizi di 22 Puskesmas dengan mendata dan mengukur BB dan TB balita serta pengukuran LiLA Ibu Hamil Setelah data balita dan data ibu hamil di dapatkan, petugas gizi akan melakukan Entry data tersebut ke Aplikasi EPPGBM dengan cara online dan offline.

“Berdasarkan hasil pendataan EPPGBM bulan Agustus 2022 ditemukan, data sebagai berikut balita Stunting 560 balita (4,2%), Balita Wasting 191 (1,44%) dan Balita Underwight 433 (3,24%) dari sasaran balita sebanyak 13.224 balita. Pada tahun 2022 telah dilakukan Survey Status Gizi Indonesia yang dilakukan pada bulan September – Oktober 2022. Di 69 Desa dan Kelurahan,” ungkapnya. (Jeky)

Leave A Reply

Your email address will not be published.