BMKG Gelar Sekolah Lapang Iklim

Potretrafflesia.com,Seluma – Acara Sekolah Lapang Iklim (SLI) Operasional BMKG dengan tema “SLI dan SLPHT Menjadikan Pertanian Organik Yang Ramah Pestisida Dengan Hasil Maksimal” resmi dibuka dengan sambutan dari Bupati Seluma dan kepala BMKG Provinsi Bengkulu.

Sekolah Lapang Iklim (SLI) yang dilaksanakan di Desa Sari Mulyo, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma ini merupakan upaya BMKG untuk mendukung ketahanan pangan nasional yang menjadi program dari Presiden Joko Widodo supaya bangsa Indonesia tetap bisa menyediakan pangan.

Bupati Seluma Erwin Octavian menyampaikan bahwa pelaksanaan Sekolah Lapang Iklim Operasional dan Sekolah lapang pengendalian hama terpadu diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan serta keterampilan bertani dalam memanfaatkan informasi iklim di wilayah kerja guna melakukan antisipasi dampak fenomena iklim dan ekstrem.

“SLI merupakan mekanisme untuk membantu para petani memahami informasi iklim. Hal ini dilakukan karena perubahan iklim. Tantangannya cukup banyak yang dapat berdampak pada sektor pertanian dan ketahanan pangan, khususnya di Kabupaten Seluma. Peningkatan produktivitas pertanian tidak terlepas dari masalah iklim,” ujar Erwin, Selasa 23 Agustus 2022.

Lanjutnya, Alhamdulillah hasil panen padi di kabupaten Seluma berdasarkan hasil pengecekan di lapangan kalau biasanya 7 Ton sekarang sudah mencapai 7,2 Ton per Hektar. hal ini menunjukkan bahwa program-program pekerjaan pemerintah kabupaten Seluma terus di support baik dari Pemerintah Pusat, BMKG, Provinsi, dan akhirnya Kabupaten Seluma lebih baik lagi.

Sementara itu, Klaus Johannes Apoh Damanik Kepala BMKG Provinsi Bengkulu menambahkan kegiatan sekolah lapang iklim operasional yang dilakukan di kabupaten Seluma merupakan bentuk kerjasama dengan dinas pertanian di kabupaten Seluma dalam rangka membina dan pemberian pemahaman informasi iklim dalam pengelolaan pertanian khususnya tanaman padi dan di laksanakan secara tatap muka.

“Kegiatan lapang iklim operasional juga bertujuan untuk meningkatkan produktifitas pertanian kegiatan ini di ikuti oleh 50 peserta 45 laki-laki dan 5 perempuan yang berasal dari kelompok tani karya mukti,” tegas Klausa Johannes Apoh Damanik. (Jeky)

Leave A Reply

Your email address will not be published.