Polisi OTT Oknum Ormas

Potretrafflesia.com, Seluma – Anggota Kepolisian Polsek Talo Polres Seluma mengamankan salah seorang oknum Organisasi Masyarakat (Ormas) di Wilayah hukum Polsek Talo karena diduga telah melakukan dugaan pemerasan terhadap kepala Sekolah SMK N 02 Seluma, Jumat 20 Mei 2022.

Berdasarkan informasi yang diterima dari pihak Kepolisian Polsek Talo, kronilos Operarsi Tangkap Tangan (OTT) terhadap oknum Ormas tersebut bermula pada hari jumat tanggal 13 Mei 2022, sekira Pukul 08.00 Wib, pelaku bernama AI warga Desa Kampai, mengantarkan surat yang membawa nama Ormas di Bengkulu, surat tersebut berisikan bahwa ada kegiatan di Sekolah SMK N 02 Seluma tersebut tidak sesuai prosedur, dan apabila tidak di tindak lanjuti maka akan dilaporkan kepada pihak yang berwajib. Kemudian Pelaku menghubungi korban dengan menggunakan via telepon dan seolah-olah orang lain dengan perkataan kepada Korban yaitu sudahlah berdamai saja lah, temui saja AI dan dengan adanya mendapatkan telepon tersebut korban merasa ketakutan dengan adanya ancaman tersebut.

Kemudian, pada hari Rabu tanggal 18 mei 2022, sekira pukul 08.00 Wib,
korban mengajak salah seorang guru honorer yaitu Yudi pergi kerumah Pelaku AI dan pada saat di rumah Pelaku AI pelaku mengajak korban berdamai. Dan meminta menyaiapkan sejumlah uang. Pada awalnya, pelaku meminta uang sejumlah Rp5 juta. Namun setelah bertemu korban melalui salah seorang guru menyerahkan uang sebesar Rp2,7 juta. Uang tersebut disimpan pelaku di dalam jok sepeda motor.

Tersangka ditangkap pada hari Jumat tanggal 20 Mei 2022, di Warung Kedai Di Kelurahan Masmambang, karena diduga telah melakukan dugaan Tindak Pidana Pemerasan, Terhadap Korban yang merupakan Kepala Sekolah SMK N 02 Seluma.

Kapolsek Talo Iptu Noprizal mengatakan, pelaku diamankan bersama barang bukti berupa uang senilai Rp2,7 juta di salah satu rumah makan di Kelurahan Masmambang. Bersama itu, juga diamankan barang bukti berupa satu unit hp, satu unit sepeda motor dan satu lembar surat Ormas di Bengkulu.

“Pelaku sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka dugaan pemerasan,” Ungkap Noprizal dalam keterangan Pers di depan aula Mapolres Seluma, Selasa 24 Mei 2022.

atas perbuatannya, terhadap Tersangka, di persangkakan melanggar Pasal 368 Ayat (1) KUHP Jo Pasal 369 Ayat (1) KUHP, dengan ancaman hukuman penjara selama Sembilan Tahun penjara. (Jeky)

Leave A Reply

Your email address will not be published.