Belum Ada Usulan ke BKD, Dinkes PHP Vaksinator

Potretrafflesia.com,Seluma – Penyataan kepala dinas kesehatan Rudi Syawaludin yang menyebutkan bahwa pembayaran insentif vaksinator Seluma akan dibayarkan dalam waktu dekat ini, ternyata hanya bohong belaka atau bahasa kekinian disebut Pemberi Harapan Palsu (PHP). Pasalnya, sampai saat ini Dinkes belum mengusulkan pencairan dana insentif vaksinator ke Badan Keuangan Daerah (BKD).

Sempat diberitakan, bahwa Dinas Kesehatan Seluma, mengkalim sudah mengusulkan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar dan baru dicairkan sebesar Rp 850 juta.

“Sejauh ini belum ada usulan pencairan anggaran vaksinator dari dinkes, dan belum ada yang dicairkan,”tegas Marah Halim kepala BKD Seluma, kepada wartawan. Rabu 11 Mei 2022.

Lanjutnya, anggaran vaksinator tersebut masih diambil dari anggaran Bantuan Tidak Terduga (BTT) tidak ada pengahilan ke APBD Seluma. Seperti halnya yang disampaikan oleh Dinkes Seluma bahwa keterlambatan proses pencairan tersebut akibat pengalihan status anggaran dari BTT ke APBD.

“Kalau sudah di BTT kapan saja bisa digunakan sifatnya fleksibel bukan dari APBD,”ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Seluma, Rudi Syawaludin menjelaskan, sebelumnya insentif vaksinator dari dana Biaya Tidak Terduga (BTT). Namun, sekarang dialihkan ke dan APBD Kabupaten Seluma. Sehingga, terjadi keterlambatan pembayaran.

“Usulan pencairan insentif telah kami sampaikan, dalam waktu dekat segera cair. Pembayaran insentif disalurkan dari Januari – April ini,” ujarnya Rudi.

Menurut Rudi, Dana yang diajukan untuk insentif vaksinator sebesar Rp1,5 Miliar dan yang sudah ada berkisaran Rp 850 juta. Dan rencananya akan dicairkan untuk penyaluran dana insentif vaksinator selama empat bulan terakhir.

“Besaran insentif yang diterima setiap tenaga vaksinator dihitung Rp 10 ribu Perorangan ,” ujarnya.

Menurut Rudi, usulan pencairan insentif vaksinstor ini sudah disampaikan ke BKD untuk diproses. Sehingga, dalam waktu dekat ini dapat segera dibayarkan. (Yd/Jeky)

Leave A Reply

Your email address will not be published.