Jonaidi Dorong Kemajuan Lembaga Pendidikan Non Formal

 

Potretrafflesia.com, Seluma – Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Dapil Seluma Jonaidi SP mendorong kementrian agama baik untuk lebih memperhatikan lembaga non formal yang kegiatannya di lakukan pada siang hari hingga sore. Serta bisa memberikan kebutuhan sarana dan prasarana, guna pendidikan agama. Minimnya anggaran yang diterima oleh lembaga pendidikan Raudhatul Athfal (RA) dan Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) serta perhatian kepada tokoh agama di kabupaten Seluma.

“Lembaga pendidikan agama juga harus di perhatikan. Jangan hanya sibuk dengan mengelola anggaran dan pembangunan. Namun juga ada lembaga pendidikan keagamaan yang juga harus diperhatikan dan inilah akan digaungkan di pusat,” Senin, 21 Februari 2022.

Lembaga non formal ini juga membutuhkan sarana dan prasarana termasuk anggaran. Serta juga yang lebih penting adalah perhatian dari kementrian agama. Padahal apa yang sudah dilakukan ustadz dan RA serta MDA sudah sangat membantu dalam pendidikan agama. Serta investasi bagi anak-anak usia dini yang sudah dibekali pendidikan agama yang belum mereka dapat pada pendidikan sekolah biasa.

“Seperti pada Yayasan Al-Muttaqin An-Anahdiyah siswanya mereka sudah dibekali dengan Fikih, Nahwu serta Aqidah,”tegasnya.

Ditambahkan, dengan perhatian yang bisa dilakukan oleh kementrian agama bisa berdiri RA dan MDA di kabupaten Seluma di setiap desa. Pasalnya, keberadaan RA dan MDA masih bisa di hitung dengan jari saja. Sehingga kedepannya orang tua tidak lagi kewalahan dalam menempah dan membina anak-anaknya dalam pendidikan agama.

“Pada sekolah formal pendidikan agama sangat terbatas jadi dengan non formal ini bisa membentengi anak-anak usia dini dari dunia gedjet yang semakin menggila,”sampainya.

Ketua Yayasan Al-Muttaqin An-Anahdiyah, Sumato menerangkan jika anak-anak yang belajar di lembaga non formal ini MDA sebanyak 85 anak dan RA sebanyak 37 anak. Pada dasarnya bantuan BOP memang sudah ada. Namun pada MDA satu tahun terakhir masa covid-19 sudah tidak ada lagi.

“Perhatian pemerintah dibutuhkan, ditambah lagi dengan iuran dari orang tua siswa yang kewalahan untuk membayar SPP,” jelasnya. (Jeky)

Leave A Reply

Your email address will not be published.