WMU Meretas Jalan Politik

Wahyu Manuma Utama
Wahyu Manuma Utama

 

Potret Rafflesia – Redaksi Potret Rafflesia berkesempatan menggali lebih dalam tentang salah satu Caleg Partai Amanat Nasional (PAN) Wahyu Manuma Utama yang lebih populer disapa WMU, lewat program Wawancara Khusus. Berikut hasil wawancara yang akan kami tampilkan dalam beberapa edisi ke depan.

1. Apa yang melatarbekalangi anda memutuskan untuk maju sebagai caleg?

Selama ini saya berada di luar sistem pemerintahan, sebagai salah seorang pengusaha di bidang advertising di Kota Bengkulu. Saya hanya bisa mengamati dan memahami kinerja pemerintahan dalam berbagai periode pemerintahan di Kota Bengkulu. Dengan berbagai pola pemerintahan yang dipimpin oleh seorang walikota terpilih dari hasil pemilu. Berbagai kebijakan dibuat, untuk perubahan dan perbaikan kota, dari itu tergerak hati saya untuk menjadi bagian dalam pemerintahan. Karena kita manusia yang telah banyak dikaruniai oleh yang Kuasa berbagai kebaikan selama kita menjalani kehidupan. Ini momennya untuk mengaplikasikan rasa syukur itu dengan melakukan kebaikan-kebaikan di muka bumi ini, layaknya Nabi Besar kita Muhammad SAW, yang telah berbuat kebaikan-kebaikan dalam kehidupan ini, sehingga menjadi rahmat seluruh alam. Akhirnya dengan naluri kepemimpinan yang telah dikaruniai yang Kuasa kepada saya, maka saya memutuskan untuk masuk ke dalam bursa Pileg 2019, sehingga saya dapat menjadi bagian dalam sistem pemerintahan yang sehat, yang berpihak kepada masyarakat, sehingga Kota ini lebih maju dan sejahtera. Memang dalam melakukan kebaikan-kebaikan tidak mesti masuk ke dalam sistem pemerintahan, akan tetapi ada kalanya dalam kebijakan-kebijakan yang dibuat tidak begitu berpihak kepada masyarakat umumnya, sehingga paling tidak kita menjadi bagian yang dapat ikut andil dalam menentukan arah kebijakan dengan baik, tanpa didasari dengan kepentingan pribadi atau golongan.

2. Sudah berapa lama dan sejauh mana pengalaman anda di politik?

Saya masuk ke dalam partai politik sudah lebih kurang 15 tahun, dari Partai Demokrat pindah ke PIS (Partai Indonesia Sejahtera), dan terakhir berlabuh ke PAN (Partai Amanat Nasional) sampai sekarang. Selama tergabung di partai politik saya belum pernah ikut bursa pencalonan dari parpol yang saya ikuti, kali ini untuk pertama kali saya ikut bursa pencalonan dari PAN. Selama itu pula saya hanya menjadi bagian dari parpol yang saya tergabung di dalamnya, menambah pergaulan, ikut menyukseskan kegiatan-kegiatan politik di dalam kepartaian.

3. Anda memutuskan untuk nyaleg, sejauh mana anda memahami legislatif secara kelembagaan?

Sebagai lembaga legislatif, DPRD Kota Bengkulu memiliki tiga tugas pokok dan fungsi, fungsi legislasi yang artinya DPRD berfungsi sebagai lembaga penyusun dan pembuat perundang-undangan atau perda (peraturan daerah). Fungsi anggaran, artinya DPRD berfungsi sebagai lembaga yang berhak untuk menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dan fungsi pengawasan, artinya DPRD sebagai lembaga yang melakukan pengawasan terhadap pemerintahan yang menjalankan perundang-undangan atau perda yang telah disepakati. Melalui ketiga fungsi inilah, seorang wakil rakyat berperan besar terhadap masa depan masyarakat Kota Bengkulu.

4. Bagaimana anda melihat DPRD Kota Bengkulu satu periode terakhir?

Menurut pandangan saya, untuk DPRD Kota satu periode terakhir sudah cukup baik, bersama Pemerintah Kota Bengkulu ikut andil dalam melahirkan kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada masyarakat Kota Bengkulu. (Su41) 

(bersambung) 

Artikel Terkait

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *