Tutup Tahun, PWI Gelar Seminar Nasional Angkat Potensi Wisata Bengkulu

PWI Bengkulu gelar Neminar Nasional Kepariwisataan.
PWI Bengkulu gelar Seminar Nasional Kepariwisataan.

Potret Rafflesia – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Bengkulu menggelar Seminar Nasional dengan tema ‘Peran Media Dalam Mengangkat Potensi Pariwisata Menuju Visit Wonderful Bengkulu 2020’, Senin pagi (31/1), bertempat di salah satu hotel di kawasan wisata Pantai Panjang Bengkulu.

Dalam kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah tersebut PWI menghadirkan narasumber antara lain adalah Ketua Tim Ahli Percepatan Pariwisata Indonesia, Tetty Ariyanto, Pemilik Usaha Tour and Travel Alesha Wisata, Krishna Gamawan, dan Pemerhati Pers Bengkulu, Zacky Antoni.

Dalam sambutannya, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengapresiasi kegiatan seminar yang digagas oleh PWI Bengkulu. Dirinya menilai kegiatan itu sebagai kontribusi nyata dalam membangun daerah. Mengingat, untuk menjadikan Bengkulu sebagai daerah tujuan wisata memang dibutuhkan peran seluruh elemen masyarakat, khususnya media massa, dalam rangka sosialisasi dan promosi.

“Dua event wisata Bengkulu tepatnya Festival Tabut dan Festival Bumi Raflesia, saat ini sudah masuk dalam 100 event wisata nasional, diharapkan dapat meningkatkan tingkat kunjungan wisata baik nasional maupun internasional ke Bengkulu”, kata Rohidin.

“Pemprov akan terus melengkapi sarana dan prasarana kepariwisataan, dengan harapan pada tahun 2020, Bengkulu siap menerima tahun kunjungan wisata nasional dan internasional”, sambungnya.

Pelaksana tugas (Plt) Ketua PWI Cabang Bengkulu, Syahyaruddin mengatakan, seminar nasional ini sebagai wujud andil insan pers dalam mendukung dan mewujudkan Visit Wonderful Bengkulu 2020. Kunjungan wisatawan ke Bengkulu, menurutnya, akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Jika tingkat kunjungan wisata Bengkulu meningkat, dapat dipastikan akan mendatangkan pendapatan dan meningkatkan perekonomian daerah. Kita dari pers siap mendukung, tapi Pemprov juga dapat melengkapi seperti yang kita sarankan”, kata Syahyarudin.

Menurut Staff Ahli Percepatan Wisata, Sejarah, Religi, Tradisi dan Seni Budaya Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Tetty Ariyanto yang duduk sebagai narasumber pada kegiatan seminar tersebut, potensi wisata Bengkulu sangatlah besar dan sangat layak untuk diangkat hingga ke taraf internasional. “Kalau untuk wisata sejarah sudah tidak diragukan lagi, saat ini yang dibutuhkan adalah story tellingnya dan tidak perlu menunggu tahun 2020 tapi sekarang saja”, ungkap Tetty.

Tetty juga mengklaim bahwa salah satu kelemahan dalam mempromosikan potensi wisata adalah minimnya konten menarik yang berisi informasi tentang potensi wisata itu sendiri. Menurutnya, hal itulah yang seharusnya dipelajari dari rekan-rekan pers. Yakni, tentang bagaimana mengelola konten yang menarik. “Lemahnya potensi wisata untuk dikenal banyak orang adalah salah satunya konten. Saran saya, selfi boleh tapi kasih caption yang menarik dan itu viralkan,” pungkas Tetty. (SU41)

Artikel Terkait

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *