Terkait Potongan Liar di Perpus, Bupati Serahkan ke Polres Sepenuhnya

Bupati Kepahiang Dr Ir Hidayattullah Sjahid MM.
Bupati Kepahiang Dr Ir Hidayattullah Sjahid MM.

Potret Rafflesia – Bupati Kepahiang Dr Ir Hidayattullah Sjahid MM, menunjukan sikap tegas atas kembali terjadinya pemotongan liar di salah satu Dinas di Kepahiang. Bupati menyerahkan sepenuhnya ke pihak yang berwajib, dalam hal ini Polres Kepahiang, yang telah menerima laporan indikasi potongan liar di Perpus Kepahiang.

Baca juga: Lagi, Indikasi Pungli Sampai 500 Ribu di Perpus Kepahiang…

“Masalah dugaan pemotongan TPP di Dinas Perpustakaan sudah dilaporkan dan akan ditangani oleh APH Polres Kepahiang. Kita serahkan sepenuhnya kepada Polres untuk diproses Pro Justitia dan saya tidak akan intervensi apapun. Sekarang kita tunggu saja hasil pemeriksaan terhadap semua yang terlibat. Pada saatnya jika sudah ada hasil pemeriksaan, kita akan pelajari apa yang harus kita lakukan. Mari kita tunggu saja hasilnya”, ujar Bupati. (30/5)

Menurut Bupati selama ini semua arahan dan petunjuk sudah berkali-kali ditegaskan kepada semua Kepala OPD dan ASN. Apabila masih terjadi masalah serupa maka tinggal diproses saja baik oleh Inspektorat Kepahiang ataupun oleh Aparat Penegak Hukum. 

“Saya rasa kita semua sepakat negara kita negara hukum dan semua warga negara sama di depan hukum. Dan untuk yang baru mencuat di Perpustakaan kemarin (29/5) sudah saya panggil untuk dan saya minta penjelasan, karena saya mau tahu seperti apa duduk perkaranya, karena saya belum tahu persis, cuma dengar dari media sosial dan WA saja. Saya minta sepakat untuk diserahkan kepada pihak penegak hukum. Dalam hal ini Polres Kepahiang, dan saya jelaskan saya tidak mau mengintervensi atau mengambil upaya apapun”, tegas Bupati kepada potretrafflesia.com.

Sementara Widya dan Yuli yang di laporkan mengaku bingung atas laporan terhadap dirinya di Polres Kepahiang.

Kalau masalah pemotongan dirinya juga dipotong untuk rapel kenaikan gaji 50 untuk TPP 150 Ribu dan untuk gaji 14 “Saya tidak tahu karena gaji saya masih di tempat lama, bagaimana mungkin saya yang dilaporkan”, ungkap Widya.

“Saya hanya membantu proses pencairan tanpa memegang uang sama sekali”, tegas Widya didampingi Yuli. (Soe)

Artikel Terkait

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *