Soal Hibah Lahan Pelindo di Bengkulu, Jokowi: Nanti Saya Urus

Presiden Joko Widodo.
Presiden Joko Widodo.

Potret Rafflesia – Presiden Joko Widodo menyempatkan diri mengunjungi Kampung Nelayan Kota Bengkulu usai menghadiri pembukaan sidang Tanwir Muhammadiyah ke-51 di Balai Raya Semarak Provinsi Bengkulu.

Usai meninjau beberapa rumah nelayan dan berinteraksi dengan warga, Jokowi mengatakan dirinya akan segera mengurus proses hibah lahan Pelindo II Cabang Bengkulu untuk ratusan nelayan yang saat ini tinggal di atas lahan tersebut.

“Ya ini pulang (ke Jakarta) nanti saya urus. Baru 70-an (KK yang selesai sertifikat), masih ada 800-an yang belum (disertifikat tanahnya). Masih banyak. Tapi, paling tidak, kita memiliki prototype-prototype penataan kampung nelayan”, kata Jokowi di kampung nelayan Kota Bengkulu, Jumat siang (15/2).

Jokowi tak menampik bahwa penataan kampung nelayan yang ada di Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu tersebut memang belum rampung. Perkiraannya, pengerjaan baru berjalan sekiranya 10 persen.

“Ini baru sekitar 10 persen. Belum, belum, jadi belum (rampung). Sertifikat belum diselesaikan, fasilitas umum belum, kemudian pembangunan rumah-rumah yang lain yang di sebelah sana juga belum. Nanti kalo rampung bener baru yang namanya selesai. Ini belum rampung. Tapi, bisa kita lihat, setelah dimulai penataan, saya kira rumah-rumahnya lebih tertata, lebih bersih. Nelayan bisa bersandar dengan baik”, bebernya.

Penataan perkampungan nelayan, lanjut Jokowi, tak hanya dilakukan di Bengkulu. Beberapa kota lain diluar Sumatera juga sudah melakukan penataan serupa diantaranya adalah Tegal dan Pontianak.

“Penataan ini juga dilakukan di Kota-kota lainnya seperti di Jawa Tengah itu ada Tegal, dan Pontianak di Kalimantan”, pungkasnya.

Untuk diketahui, hingga saat ini proses hibah lahan Pelindo II Cabang Bengkulu seluas 12,18 Ha masih terkatung-katung. Janji pemerintah untuk menuntaskan proses hibah lahan di tahun 2018 ternyata tak dapat direalisasikan. Padahal, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil sempat menjanjikan penyelesaian prosesnya di tahun 2018.

“Tidak kita selesaikan sekaligus. Tahap pertama ini selesaikan dulu hibah lahannya tahun ini”, ujar Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil saat berkunjung ke kampung nelayan Kota Bengkulu pada tanggal 26 Oktober 2018 yang lalu.

Dari total luas lahan yang dihibahkan tersebut, hanya 5 Ha saja yang akan diberikan untuk pemukiman baru para nelayan yang akan direlokasi ke dalamnya. Hingga saat ini, masyarakat hanya bisa menunggu pemerintah untuk dapat segera menyelesaikan proses hibah lahan tersebut.

Salah seorang warga kampung nelayan, Muam, mengatakan pemerintah sebaiknya segera menuntaskan proses hibah lahan agar masyarakat mendapat kepastian dan ketenangan.

“Kami berharap proses hibah ini segera selesai, biar kami juga bisa tenang dan lega. Wacana hibah lahan ini sudah lama sekali. Pendataan pun sudah kami ikuti prosedurnya. Semua sudah berjanji mengurus hibah lahan ini, mulai dari Pimpinan Pelindo, Gubernur, Walikota, Menteri, dan sekarang malah Presiden langsung yang menjanjikan akan mengurus hibah lahan ini. Ya semoga saja benar-benar selesai tahun ini”, kata Muam. (SU41)

Artikel Terkait

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *