Sambut Pesta Demokrasi Dengan Sukacita

Sosialisasi Hari Pemungutan Suara dan Do'a Bersama Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat untuk Pemilu Aman dan Damai 17 April 2019 di Provinsi Bengkulu.
Sosialisasi Hari Pemungutan Suara dan Do’a Bersama Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat untuk Pemilu Aman dan Damai 17 April 2019 di Provinsi Bengkulu.

Potret Rafflesia – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah meminta kepada seluruh lapisan masyarakat bersama penyelenggara dan pengawas Pemilu Serentak 2019 serta aparat penegak hukum, sambut pesta demokrasi ini dengan sukacita. Menurut Rohidin Mersyah, jika dilaksanakan demikian maka hal-hal yang bisa mengganggu jalannya pesta yang penuh kegembiraan ini jelas bisa dihindari.

“Jadi memang partisipasi harus meningkat dan jangan golput, kemudian berita-berita hoax harus disingkirkan dan money politik jangan sampai terjadi”, ungkap Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah usai hadir pada Sosialisasi Hari Pemungutan Suara dan Do’a Bersama Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat untuk Pemilu Aman dan Damai 17 April 2019 di Provinsi Bengkulu, Grage Hotel Bengkulu, (14/4).

Lanjut Gubernur Rohidin Mersyah, tidak kalah pentingnya integritas penyelenggara pemilu harus betul-betul dijaga, dengan menunjukkan bahwa pemilih memang berdaulat. Sehingga azaz pemilu langsung, bebas, rahasia, jujur dan adil itu benar-benar harus dijaga.

“Sekecil apapun potensi yang bisa menodai nilai-nilai pelaksanaan pemilu itu harus kita jaga bersama. Saya juga meminta kepada seluruh lapisan masyarakat, kita kawal dan awasi bersama setiap tahapan yang ada, sehingga hasilnya bisa dipertanggung jawabkan dan diterima oleh semua”, pungkasnya.

Hal senada disampaikan Kapolda Bengkulu Brigjend Pol Supratman. Menurutnya, dengan segala kesiapan dan kesigapan yang ada, TNI-Polri siap mengamankan jalannya pemungutan suara di 6.165 TPS yang tersebar se-Provinsi Bengkulu.

“Kami yakinkan kepada seluruh masyarakat Bengkulu tidak usah khawatir, semuanya kita sudah siap. Jadi apapun hasilnya nanti pemilu ini, itu lah NKRI. Kita jangan mau hanya karena hoax, pilpres dan caleg akhirnya kita ribut”, ujarnya.

Dijelaskan Ketua KPU Provinsi Bengkulu Irwan Saputra, selama 3 hari masa tenang jelang pemungutan suara pemilu pada 17 April 2019, masyarakat diminta untuk sama-sama menjaga ketenangan dan keamanan.

“Sehingga saat mencoblos nanti, hati dan pikiran sudah siap memilih pemimpin kita dan wakil rakyat yang berkualitas demi kemajaun Bengkulu khususnya dan Indonesia pada umumnya”, jelas Irwan. (Su41/RMC).

Artikel Terkait

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *