Polda Rilis Kronologi Penangkapan Oknum Anggota DPRD Benteng

Polda Bengkulu menyampaikan rilis pers terkait OTT oknum anggota DPRD Benteng.
Polda Bengkulu menyampaikan rilis pers terkait OTT oknum anggota DPRD Benteng.

Potret Rafflesia – Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu mengungkap kronologi Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap salah satu oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Bengkulu Tengah, insial HN yang terjadi pada hari Selasa lalu (8/1).

Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Coki Manurung melalui Direskrimum Kombes (Pol) Pasma Royce dalam rilis pers yang digelar pada Rabu pagi (9/1) di Mapolda Bengkulu mengatakan, pihaknya mengamankan salah satu oknum anggota DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah yang diduga melakukan pemerasan terhadap korbannya yang berasal dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkulu Tengah, yang mana dalam hal ini berkaitan dengan pekerjaan yang ada di Dinas Kesehatan tahun 2018 lalu. 

“Terduga yang diamankan meminta uang senilai 50 juta yang diberikan sebanyak tiga kali, pemberian awal sekitar bulan Mei 20 juta, yang kedua 28 Desember 2018, 20 juta, dan yang ketiga 8 Januari 2019 sebesar 10 juta, kemudian kita tangkap. Hal ini dilakukan kepada korban meminta sejumlah uang dengan ancaman terkait dengan penganggaran tahun 2019, apabila tidak diberikan akan dipersulit”, beber Pasma Royce.

Karena korban merasa terancam dan merasa diperas akhirnya korban datang ke Mapolda Bengkulu untuk melaporkan hal tersebut. Atas dasar laporan korban, pihak Polda merencanakan dan melakukan penangkapan di kediaman terduga pelaku di Jalan Darmawanita RT. 05/RW. 05 Kelurahan Bentiring Permai, Kota Bengkulu. 

Sementara terkait status terduga Polda akan lebih dulu melakukan pendalaman melalui gelar perkara dari Direskimsus dan Direskrimsus kemudian melakukan penetapan status terduga.

“Total yang diminta dari korban 50 juta, dan barang bukti yang kita temukan saat itu 10 Juta”, kata Pasma Royce.

Dijelaskan Pasma Royce, kronologi kasus ini, uang tersebut diantarkan salah satu staf Dinas Kesehatan yang mana pelaku sudah komunikasi terlebih dahulu agar uang tersebut segera diantar ke kediaman terduga pelaku. Lantaran diduga korban tertekan kemudian menyiapkan uang tersebut dan menyuruh salah satu stafnya untuk mengantar. 

“Sementara pelakunya masih satu orang dan yang mengantar ini sebagai pesuruh mengantarkan saja. Untuk kasus ini kita dalami dulu, bagaimana perkembangan selanjutnya apakah ada keterkaitan dengan Dinas lain atau tidak, tapi sementara yang ini dulu. Sementara untuk saksi 4 orang salah satunya saksi pengantar, dan nanti akan berkembang karena di lokasi kejadian melibatkan unsur yang ada di TKP”, terang Pasma Royce.

Untuk diketahui, HN ini masih menjabat sebagai Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah. HN juga masih tercatat sebagai salah satu kader partai Gerindra dan kembali maju sebagai Caleg Partai Gerindra untuk Dapil 3 di Kabupaten Bengkulu Tengah. (SU41)

Artikel Terkait

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *