Membangun Bangsa Dengan Pendidikan Karakter Anak Usia Dini

Plt. Gubernur Bengkulu, Robidin Mersyah saat membuka Pelatihan Akbar untuk pendidik anak usia dini.
Plt. Gubernur Bengkulu, Robidin Mersyah saat membuka Pelatihan Akbar untuk pendidik anak usia dini.

Potret Rafflesia – Plt. Gubernur Bengkulu, Robidin Mersyah, Rabu (21/11) membuka Pelatihan Akbar untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi pendidik anak usia dini, bertema Praktik Pendidikan Karakter dan Pendekatan Saintifik yang Sukses Membangun Akhlak, Daya Pikir Kritis, dan Kreativitas Anak.  

Pelatihan diikuti 1100 guru PAUD se-Provinsi Bengkulu, dan menghadirkan pendiri Indonesia Heritage Foundation, Ratna Megawangi, pelopor pendidikan Holistik Berbasis Karakter.

“Ini menjadi kado spesial dalam rangka ulang tahun emas Provinsi Bengkulu yang ke-50, para guru PAUD, TK se-Provinsi Bengkulu mendapatkan pelatihan yang menjadi investasi yang sangat bernilai”, ujar Rohidin saat membuka Sambutannya.

Menurutnya, pelatihan ini sangat tepat dan dibutuhkan untuk mempersiapkan generasi muda yang berkarakter, yang sangat efektif jika ditanamkan sejak usia dini.  

Lanjutnya karakter itu ada 2, karakter moral yang meliputi kejujuran, tanggung jawab, kepedulian serta toleran dan Karakter Kinerja yaitu disiplin, pekerja keras, ulet, pantang menyerah.  

“Kalau karakter ini melekat pada diri seseorang maka masa depan insyaallah cerah”, katanya.  

Hal senada juga disampaikan Ratna Megawangi, bahwa negara Singapura mampu berkembang seperti saat ini, karena sejak usia dini generasinya mendapatkan pendidikan life skill atau perilaku yang dibutuhkan di dalam masyarakat.  

“Itu yang dilakukan singapura mendirikan negara melalui pendidikan karakter”, tambahnya.

Lanjut Ratna, hal tersebut yang ingin disebarluaskan karena Indonesia mempunyai modal yang sangat besar untuk menjadi negara maju dengan kekayaan sumber daya alam dan jumlah penduduk yang besar.  

07872823-e912-4f3f-bbe7-1dd59e346913

Selama tiga hari, melalui pelatihan akbar ini, para guru PAUD dilatih tentang penerapan pendidikan berbasis karakter. (Su41/FMC)

Artikel Terkait

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *