Honor Ngepam pun Disunat, Satpol PP 200 Ribu

Personil Satpol PP Kepahiang.
Personil Satpol PP Kepahiang.

Potret Rafflesia – Belum lagi usai masalah sumbangan di Damkar Kepahiang yang ditunggangi isu pengembalian uang saksi yang katanya untuk diserahkan ke Bupati Kepahiang Dr Hidayattullah Sjahid MM, saat ini Satpol PP kembali riuh menyuarakan pemotongan liar yang terjadi di pihak mereka. Pemotongan dana sebesar 200 ribu setiap anggota Pol PP tersebut terjadi pada Pol PP  yang diberikan tugas mengawasi jalannya Pilpres dan Pileg April 2019 yang lalu. 

Baca juga: Pemotongan? Itu Perintah Kasat…

Menurut Syaiful Anwar anggota Pol PP Kabupaten Kepahiang semua petugas yang ngepam di setiap Kecamatan dipotong honornya sebesar 200 ribu, (27/5)

“Kami ditugaskan selama tujuh hari dari tanggal 17-23 April 2019, dalam draf honor tertera nominal masing-masing petugas sebesar 700 ribu rupiah dengan rincian 100 ribu kali 7 hari namun kenyataannya, saat penyerahan honor tersebut kami hanya menerima 500 ribu, berarti setiap kami dipotong 200 ribu, tanpa kami tahu pemotongan tersebut untuk apa”, ujar Sayiful di dampingi dua rekannya, Khairil dan Permadi.

Sementara Khairil mengatakan mereka tidak diberikan penjelasan sama sekali, karena mereka menitipkan honor tersebut kepada orang lain.

“Saya hanya menerima amplop yang berisi 500 ribu, tanpa ada penjelasan sama sekali 200 ribu tersebut untuk apa”, ujar Khairil.

Lanjut Khairil mereka ditugaskan selama 7 hari dari pagi ke pagi hanya di beri honor 100 ribu, tapi masih ada yang tega menyunat honor mereka.

“200 ribu tersebut bagi kami sangat berarti, kami ini cuma orang kecil yang hidup dan mengabdi untuk Kepahiang, dengan mengandalkan honor kecil yang diberikan kepada kami, jadi kami sangat sedih ketika honor kami dipotong tanpa ada pemberitahuan sama sekali, potongan itu untuk apa”, ujarnya.

Saat dikonfirmasi, Jhon yang ditugaskan menyerahkan draf honor yang mesti di tanda tangani oleh petugas yang ngepam di Kecamatan-kecamatan tersebut mengatakan, dirinya hanya ditugaskan menyerahkan honor dan meminta tanda tangan penerima, tanpa diberitahu ada pemotongan di honor tersebut.

“Saya hanya ditugaskan oleh pak Solati untuk memberikan itu kepada petugas, selebihnya aku tidak tahu”, ujar Jhon.

Saat ingin di konfirmasi, Kasi Operasional Solati sedang tak berada di tempat. (Soe)

Artikel Terkait

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *