Entaskan Kemiskinan, Butuh Kerjasama antar Stakeholder

Rakor Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Prov. Bengkulu Th 2018.
Rakor Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Prov. Bengkulu Th 2018.

Potret Rafflesia – Tingginya angka kemiskinan yang terjadi di Provinsi Bengkulu, salah satunya disebabkan masih rendahnya komplentaritas antar program dalam menyasar kelompok yang berhak, serta belum adanya koordinasi yang efektif antar OPD maupun stakeholder dalam pelaksanaan program pengentasan kemiskinan. Data penduduk miskin yang ada, masih belum sesuai dengan kenyataan yang ada dilapangan.

“Validasi data penduduk fakir miskin yang dijadikan sasaran program pengentasan kemiskinan selama ini masih tidak sesuai dengan kondisi riil, sehingga berdampak pada efektifitas pelaksanaan program”, kata Rohidin, di Bengkulu, Selasa (4/12).

Untuk mengatasai hal itu, pemerintah telah berupaya mulai dari implentasi satu data fakir miskin sebagai data tunggal fakir miskin di Provinsi Bengkulu.

Selain pemanfaatan data terpadu tersebut, lanjutnya, saat ini sedang dirancang program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) melalui e-Warung, yang telah dilaksanakan pemerintah pusat bertujuan meningkatkan efektifitas dan ketepatan sasaran bantuan sosial.

“Diharapkan dengan kebijakan-kebijakan tersebut, setiap stakeholder dapat memanfaatkan data terpadu program penanganan fakir miskin sebagai sasaran penerima manfaat program pengentasan kemiskinan”, tegasnya.

Karena, penanggulangan kemiskinan membutuhkan upaya keras dan strategi  jitu yang harus dilakukan oleh seluruh lapisan stakeholder yang ada.

“Masalah kemiskinan harus diatasi melalui dari akar permasalahannya”, tegasnya.

Apalagi, hingga saat ini, sebut Rohidin, angka kemiskinan di Provinsi Bengkulu masih berada diatas angka kemiskinan nasional yang sebesar 9,82 persen.

“Dengan kondisi seperti ini, Provinsi Bengkulu menempatkan posisi sebagai provinsi dengan angka kemiskinan tertinggi kedua di Pulau Sumatera dan posisi ke tujuh tertinggi se-Indonesia”, sebutnya.

Namun, pada sisi lainnya, Provinsi Bengkulu meraih predikat provinsi dengan akselerasi penurunan kemiskinan tercepat di Pulau Sumatera.

“Secara year to year (dari tahun ke tahun ), angka kemiskinan mampu diturunkan sebesar 1,02 persen dari 16,45 persen pada bulan Maret 2017 lalu”, tutupnya.(Su41/SMC)

 

Artikel Terkait

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *