Amanah Itu Berat, Dokter Cantik Lia Siap Emban

dr Lia Lastaria
dr Lia Lastaria

Potret Rafflesia – Meski berprofesi sebagai dokter, bukan hambatan bagi Dokter Cantik Lia Lastaria untuk mengemban amanah warga masyarakat Provinsi Bengkulu. Hal ini ditegaskan Dokter Lia dalam status Facebooknya, Dokter Lia Lastaria.

“Profesi sebagai dokter bukan penghambat saya untuk bisa menjadi seorang pengemban amanah aspirasi masyarakat provinsi Bengkulu di tingkat nasional…” tulisnya, Rabu 9 Januari 2019.

Masih dalam status Facebooknya tersebut, Dokter Lia mengajak warga masyarakat Provinsi Bengkulu untuk menggunakan hak pilihnya. Jangan golput, tegasnya, karena satu suara sangatlah berarti bagi nasib rakyat Indonesia lima tahun ke depan.

Dokter cantik ini pun berseloroh, jika amanah itu berat, biar dia saja yang mengemban amanah rakyat Bengkulu.

Jika dilan bilang “rindu itu berat, biar aku saja”
Saya bilang ” Amanah itu berat, biar Lia saja” 🙂 🙂
Jadi Bapak ibu serta adik kakak sekalian, gunakanlah hak pilihnya, Jangan Golput… satu suara sangatlah berarti bagi negara ini, dan khususnya bagi Provinsi Bengkulu…
Salam sehat… salam nomor urut tiga… dari partai Gerindra…

Untuk diketahui, Lia merupakan keponakan kandung mantan Gubernur Bengkulu dua periode Agusrin M. Najamudin, menyelesaikan studinya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Lia hingga saat ini terus terjun langsung ke masyarakat, menggelar pengobatan gratis dan menjaring aspirasi.

“Saya hanya ingin lebih dekat dengan masyarakat, melihat dan mendengar langsung aspirasi masyarakat Provinsi Bengkulu, berbekal ilmu pengetahuan yang saya miliki, saya ingin ilmu ini menjadi bermanfaat bagi banyak orang, bagi masyarakat Bengkulu,” kata Dokter Lia dalam satu kesempatan.

Bagi Lia, menjadi dokter adalah pengabdian dan ibadah.

”Menjadi dokter merupakan pengabdian untuk negeri ini dan merupakan ibadah jika diniatkan untuk menolong sesama”, tuturnya.

Selama berkarir menjadi dokter, Lia memiliki banyak pengalaman bertugas di daerah-daerah. Pernah menjadi Dokter Internship di Puskesmas dan RSUD di Kabupaten Lebong. Dokter Freelance di Rumah Sakit Rafflesia Bengkulu, Dokter PTT di Lebong dan Dokter Freelance di Klinik dr. Ukis.

Berbekal pengalaman itu, Lia sadar betul bahwa masih banyak warga masyarakat yang kesulitan mendapatkan akses kesehatan memadai, belum lagi persoalan fasilitas kesehatan yang minim di sejumlah daerah.

“Ada di beberapa daerah fasilitas kesehatan memprihatinkan, tidak merata tidak seperti di kota, untuk itu perlu peran pemerintah dan legislatif untuk memperhatikan kondisi fasilitas kesehatan di daerah, sehingga kualitas dan kesehatan manusia Indonesia dapat ditingkatkan serta mendapat pelayanan secara merata”, ujar Alumni SMAN 5 Kota Bengkulu ini.

Dilatarbelakangi hal itulah, Dokter Cantik Lia menjadikan kesehatan sebagai salah satu platform utama perjuangannya. (Su41/**)

Artikel Terkait

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *